my pic

my pic

hadis rasullah

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a, sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w
pernah melihat seorang kanak-kanak yang telah dicukur sebahagian rambutnya
dan sebahagian yang lain dibiarkannya. Lalu baginda melarang mereka dari
berbuat sedemikian sambil bersabda:

"Cukurlah semuanya atau biarkanlah semuanya." (Hadis riwayat Abu Daud).

Kesimpulan Hadis:

1- Larangan dari mencukur sebahagian rambut dan meninggalkan sebahagian yang

lain. Larangan di sini ialah larangan yang sangat dibenci manakala hikmat dari

larangan ini ialah kerana dia cuba mengubah ciptaan Allah s.w.t.

2- Harus mencukur rambut keseluruhannya dan harus juga membiarkannya

kesemuanya dengan syarat kebersihannya hendaklah dijaga dan tidak

menyerupai kaum perempuan.

Friday, June 24, 2011

Senyum Itu 1/2 dari iman

** Tersenyumlah dan Janganlah Bosan ** Tersenyumlah dan jangan bosan, agar musim gugur berganti semi, malam berganti pagi yang cerah .. dan saat itu, burung gagak yang hitam akan berubah menjadi pekutut yang indah nan merdu kicau dan suaranya. Tersenyumlah, sebab senyuman akan mencairkan duka nestapa .. dan membangunkan kebahagiaan dari tidurnya. Tersenyumlah, sebab senyummu pertanda adanya kualitas dan mutu di dunia yang melelahkan ini. Tersenyumlah, sebab semua duka tidak akan terbaca kecuali melalui senyumanmu. Tersenyumlah dan jangan halangan dirimu untuk mendapatkan pahala karena engkau telah memasukkan kebahagiaan kepada saudaramu. Tersenyumlah, dan cukuplah sebagai balasannya, engkau akan mendapatkan senyuman yang lebih mendalam dan lebih jujur dari orang-orang di sekelilingmu. Tersenyumlah untuk menyingkirkan duka dari dirimu dan dari orang-orang di sekelilingmu. Tersenyumlah, sebab bukan engkau satu-satunya yang tertimpa berbagai masalah dalam kehidupan ini. Tersenyumlah dan jangan bosan, dan tunjukkan kemampuanmu dalam menghadapi kehidupan dengan seluruh kesulitannya. Tersenyumlah dalam menghadapi berbagai musibah dan jangan bosan, sebab engkau adalah seorang mukmin. Tersenyumlah, sebab berkeluh kesah bukanlah kepribadianmu, sebab, bagi seorang beriman, segala urusan adalah kebaikan bagimu, dan engkau lebih kuat daripada kelemahan yang terlihat oleh orang-orang di sekelilingmu. Tersenyumlah dan jangan bosan, dan jadilah orang yang kuat dalam menghadapi berbagakesulitan. Tersenyumlah, sebab senyuman adalah kampus yang telah melahirkan banyak generasi pejuang, dan jadilah teladan saat terjadi kekalahan. Tersenyumlah dan hadapi gelombang putus asa yang menghadangmu, dan senyumanmu akan lebih kokoh daripada ujian takdir dan jadilah engkau lulusan terbaik dalam ujian ini. Tersenyumlah, sebab senyumanmu merupakan lambang produktifitas, prinsip orang-orang yang cinta kebaikan, serta karakter orang-orang yang setia Tersenyumlah, sebab engkau adalah seorang yang bisa tersenyum. Ingatlah bahwa senyuman adalah kehidupan setelah kematian oleh duka, dinamika setelah jiwa yang kering, dan betapa banyak derajat orang terangkat oleh senyuman, maka angkatlah derajatmu dengan senyumanmu Betapa banyak hati terbuka oleh senyuman, kegelapan menjadi terang dan himpitan masalah menjadi terbuka. Tersenyumlah, sebab ia adalah cara paling mudah untuk menarik simpati dan ia adalah rahasia kreatifitasmu dalam menghimpun banyak muhibbin di sekelilingmu. Harapanku yang paling mendalam, selalu bergembira dan tersenyumlah sepanjang waktu. Sumber : Kutipan dari Ustadz Musyafa

No comments:

Post a Comment

hadis perang

Sabda Rasulullah s.a.w:
“Menjaga perbatasan perang sehari semalam, adalah lebih baik daripada berpuasa sebulan dan beribadah di dalamnya, dan jika ia meninggal di tempat itu, maka pahalanya akan mengalir kepadanya (sampai akhir zaman), dan akan dialirkan rezekinya, serta aman daripada fitnah-fitnah (kubur).”
(Muslim, Turmizi, Nasa’i & Tabrani)

Dalam hadith yang lain pula berbunyi:
“Barangsiapa yang mempersiapkan seseorang untuk berperang, maka dia benar-benar telah mendapat pahala seperti pergi berperang. Barangsiapa yang menjaga dan memelihara keluarga orang yang pergi berperang dengan baik, maka dia juga benar-benar telah mendapat pahala pergi berperang.”
(Bukhari, Muslim, Abu Dauid, Turmizi & Nasa’i)


“Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga golongan ke dalam syurga kerana satu busur panah (selaras senjata):
1. Pembuatnya yang mengharapkan pahala daripada Allah
semata-mata.
2. Orang (Islam) yang menggunakannya
3. Pemanah (penembak Islam) yang terkena panah (tembak)
(Abu Daud)